This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 11 Januari 2016

TINGKAT SPIRITUAL DAN KEPERCAYAAN

Spiritual merupakan dimensi tertinggi dalam kehidupan. Seseoang yang mampu menggapai dimensi ini akan merasakan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan ndunia akhirat. Spiritual erat kaitannya dengan kepercayaan. Hal ini karena adanya kepercyaan pada sang Pencipta mampu meningkatkan kualitas spiritual seseorang. Begitupun dengan adanya dasar spiritual dalam diri seseorang dapat meningkatkan tingkat kepercayaan seseorang.Jika diekstensifkan, maka kepercayaan tersebut akan tidak hanya sebatas kepercayaan pada sang Pencipta, tetapi juga kepercayaan pada sesama manusia, pada binatang, pada tumbuhan, pada batu, dan pada objek-objek kehidupan lainnya.
Dalam perkuliahan ini, Ibu Retno Kusuma Dewi mengkaitkan dengan menembus ruang dan waktu yang tingkatannya yaitu spiritual, normatif, insting/instuisi, pengalaman tetapi mengapa jawaban ujian filsafat pendek, dan berbeda dengan jawaban mahasiswa. Kenapa hal itu bisa seperti itu?
Beginilah jawabannya……
Berbicara tentang menembus ruang dan waktu berarti berbicara tentang yang ada dan mungkin ada dan berkaitan dengan struktur. Struktur itu banyak dan beragam jenis strukturnya. Jikalau seseorang mengidentifikasi semua  struktur yang ada dan mungkin ada tidak akan pernah selesai. Hal ini karena ada semilyar pangkat semilyar struktur yang tersedia namun tidak semua mampu untuk dipilih dan diuraikan. Hanya struktur yang yang istimewa, sesuai strategi dan struktur yang dianggap potensiallah yang dipilih.
      Sejatinya, tes jawab singkat yang dilakukan adalah untuk mengadakan yang mungkin ada menjadi ada. Tes tersebut juga bertujuan agar mahasiswa menyadari bahwa sebenarnya dirinya belum tahu. Oleh karena itu, tidak ada ruang baginya untuk bertindak sombong. Dengan demikian, tidak sopan terhadap ruang dan waktu jikalau mahasiswa merasa sudah paham padahal sejatinya dia belum paham. Orang yang demikian sebenarnya telah melakukan reduksi terhadap dirinya sendiri. Hal ini karea tidak ada celah baginya untuk meningkatkan kualitas keilmuan yang dimiliki dengan cara membangun dinding pembatas yang membuatnya merasa cukup dengan sedikit ilmu yang ada padanya.
Sesungguhnya melawan perasaan dalam diri tentang kesombongan tersebut adalah hal yang paling sulit. Dengan kata lain, memposisikan bahwa kita sebagai manusia adalah hamba-hamba yang tidak tahu menahu, yang haus ilmu dan tidak lebih dari orang bodoh yang tidak memiliki apa-apa, adalah sesuatu yang sulit bagi penganut kesombongan.
Membebaskan diri dari kesombongan adalah bentuk dari menembus ruang dan waktu, serta bentuk implementasi dalam meningkatkan kualitas spiritual. Spiritual dapat digapai saat seseorang merasa ikhlas, berpikir jernih, dan dapat berlaku bijak terhadap ruang dan waktu. Memahami kodrat dan kewajiban juga merupakan bentuk upaya untuk sadar akan pentingnya mendongkrak tingkat spiritualitas seseorang.

Tidak hanya itu, Evvy Lusianapun menambahkan bagaimana filsafat memandang suatu kepercayaan? Contohnya adalah ketidakpercayaan kepada teman.
Beginilah jawabannya ………..
Dua jenis kepercayaan yaitu di dalam dan di luar antara subyek dan obyek. Kepercayaan dalam diri manusia dimulai dari hati kemudian naik ke pikiran. Sebaliknya, sesuatu akan dianggap benar jikalau hal tersebut berasal dari pikiran kemudian turun ke hati. Dengan demikian kepercayaan merupakan sesuatu yang dirasakan ada kemudian dirasionalkan untuk menyakinkan keberadaannya. Sedangkan kebenaran adalah sesuartu yang diyakini secara rasional kemudian disesuaikan dengan hati dan perasaan.
Aliran tidak percaya atau dunia ketidakpercayaan (skepticism) dipelopori oleh Renedecartes. Teori ini muncul dilatarbelakangi oleh ketidakmampuan Renedecrates dalam membedakan antara mimpi atau bukan mimpi. Ketidakmampuan tersebut mengarahkan pada ketidakpercayaan akan apa yang baru saja terjadi.
Padahal, filsafat adalah mencari kepastian dan kebenaran. Kepastian yang tertangkap ruang dan waktu yang salah itulah yang akan menjadi mitos. Keyakinan tidak termasuk di dalam mitos. Dengan demikian ketidakyakinan merupakan suatu mitos. Ketidakyakinan relevan dengan ketidakpercayaan, berarti ketidakpercayaan itupun adalah suatu mitos. Dan seseorang yang mengalami ketidakpercayaan berarti dia telah termakan oleh mitos.

Pendekatan Iceberg Dalam Matematika Realistik

    

Berdasarkan Realistic Mathematics Education dan Matematika sekolah yang berbeda dengan Matematika murni, sebuah pendekatan pembelajaran matematika dengan fenomena gunung es (Iceberg) dalam Realistic Mathematics Education  direkomendasikan untuk pembelajaran matematika sekolah terutama matematika sekolah dasar. Pendekatan gunung es (Iceberg Approach) dalam Realistic Mathematics Education (Moerlands dalam Sutarto, 2008) dari dasar menuju ke atasmeliputi 4 tahap:
1.        Mathematical world orientation
2.        Model material
3.        Building stones, number relations
4.        Formal notation

       Dalam menerapkan jiwa matematika ke dalam pikiran peserta didik, dasar matematika peserta didik harus dikuatkan yaitu dengan dihubungkan dengan sesuatu yang sering dijumpainya dalam kehidupan. Kemudian peserta didik dituntut untuk bisa memodelkan permasalahan yang dijumpai tersebut dan kemudian menghubungkannya dengan matematika, lalu diharapkan bisa menotasikannya dalam notasi formal matematika.

      Oleh sebab itu, pendekatan Iceberg dalam Matematika Realistik diharap dapat membangun pengetahuan dan daya serap siswa terhadap materi pembelajaran di sekolah. Karena sejatinya Matematika bukan bersifat abstrak, namun merupakan model dan aplikasi dalam kehidupan sehari. Oleh sebab itu pengenalan matematika sebaiknya dipadukan dengan keseharian siswa.

ELEGI MENGGAPAI FILSAFAT

Dalam perkuliahan filsafat kali ini, kami disuguhkan 50 macam pertanyaan yang mengajarkan secara tersirat bagaimana menggapai filsafat. Berikut ini akan saya paparkan hasil refleksi atas apa yang saya alami saat perkuliahan dalam rangka menggapai filsafat. Contoh Pertanyaan 1 : Siapakah namamu? Jawaban : Belum tentu Heru Hal ini karena Heru terikat ruang dan waktu. Heru yang sekarang, berbeda dengan Heru yang tadi. Bahkan Heru sebelum diajukan pertanyaan, berbeda dengan Heru saat mendengar pertanyaan, berbeda pula dengan Heru setelah pertanyaan tersebut berlalu. Makna beda disini sangatlah dalam dan tinjauan terhadapnya pun tidah hanya pada satu pandangan. Karenanya, tidaklah mungkin jikalau seseorang mampu mendefinisikan seseorang dengan tepat dalam ruang dan waktunya. Bahkan sekedar untuk menjabarkan 1 buah unsur yang melekat dalam diri Heru pun tidaklah sanggup. Karena semilyar pangkat semilyaryang diungkapkan, masih ada semilyar pangkat semilyar lagi yang belum mampu untk diuraikan. Contoh Pertanyaan 2 : Berapakah umurmu? Jawaban : Kurang dari 20 tahun, lebih dari 20 tahun, atau kurang lebih 20 tahun Hal ini karena tidak ada uraian kata apapun yang mampu menyamai kecepatan berjalannya waktu. Bahkan saat aku mengakhiri pembicaraanpun dalam menyebutkan umurku, sejatinya umurku telah berubah sebanyak waktu yang aku gunakan untuk menjawab berapa umurku. Karenanya, tidaklah mungkin seseorang yang mampu mendeskripsikan umurnya, bahkan umur orang lain dengan tepat. Jikalau dia mengatakannya dengan tepat, maka sesungguhnya itu adalah suatu mitos. Contoh Pertanyaan 3 : 1 + 3 = Jawaban : Belum tentu 4 Beberapa orang akan serta merta menjawab bahwa 1+ 3 = 4. Padahal ikalau dikontekskan dalam ruang dan waktu, maka tidaklah bisa kita membuat batasan dengan mengatakan bahwa 1 + 3 = 4. Misalnya saja jikalau satu tersebut adalah symbol untuk sebuah ayam dan 3 adalah symbol untuk 3 ekor bebek. Maka tidaklah bisa kita menghasilkan bilangan 4 kecuali dengan pemodifikasian, akan tetapi itupun memerlukan keterangan. Jikalau kita hanya menuliskan jawabannya 4, maka sesungguhnya kita telah melakukan reduksi determinis dalam konteks ruang dan waktu. Berdasarkan 3 contoh tersebut, dapat direfleksikan bahwasannya filsafat adalah hasil pemikiran atau buah piker seseorang. Tidak ada yang mampu menggapai filsafat seseorang, karena filsafat bukanlah menyamaiatau mengusahakan sama dengan filsafat orang lain. Setiap orang memiliki filsafatnya sendiri-sendiri. Jikalau seseorang membaca,mengamati, mendengar, ataupun melakukan pemodifikasian atas filsafat orang lain, maka sejatinya itu adalah usaha atau proses untuk menghasilkan filsafat diri. Filsafat akhir yang dihasilkanpun nantinya tidaklah mungkin akan sama antara orang yang satu dengan orang yang lain. Dan sebaik-baik filsafat adalah dia yang memperhatikan keberadaan ruang dan waktu.

TAKDIR BUDAYA INSTAN YANG MERAJALELA


Dunia sekarang dipenuhi oleh hal-hal yang bersifat instan. Makanan instan, pesan tiket yang instan, proses komunikasi yang instan, dan bahkan pembelajaranpun turut dituntut instan. Aliran penganut budaya instan memiliki slogan “jika ada yang mudah, kenapa cari yang sulit”. Padahal, dunia ini tidak bisa jika hanya dipandang dalam satu sisi saja. Karenanya muncul pemikiran lain yang menganut budaya tidak instan dan meluncurkan slogan “jika bisa mnegerjakan yang sulit kenapa mengerjakan yang mudah”. Jika ditinjau, kedua hal tersebut hanya berbeda orientasi, tetapi jika maing-masing hal tersebut dijalankan dengan baik sesuai porsinya, maka akan membawa dampak kebaikan dunia akhirat. Bahkan jika dikaitkan dengan teori penciptaan alam semesta yang tercipta dengan sendirinya tanpa campur tangan dari Tuhan sejatinya ini juga merupakan dampak atas budaya instan. Jika direleksikan, alam semesta tidak diciptakan dengan sendirinya. Alam semesta ada karena proses perubahan yang terjadi dalam alam semesta. Tidak ada di dunia ini yang tidak mengalami perubahan (separuh dunia), sedangkan separuh dunia yang lain adalah segala sesuatu itu bersifat tetap. Teori Big Bang yang sering menjadi pembahasan dalam pembelajaran asal muasal terjadinya alam semesta juga tidak secara instan langsung terkenal, dipercaya, dan diterima oleh banyak orang. Teori Big Bang sejatinya telah melewati proses yang panjang, dia harus ditulis, disusun dengan rapih agar mampu dibaca, dipahami, dan diketahui oleh orang lain. Selanjutnya teori tertulis tersebut dipublikasikan, dihidup-hidupkan agar diakui keberadaannya dan dibuktikan bahwa teori dan keberadaan teori tersbeut memberikan kebermanfaatan. Sehingga tidak serta merta secara instan teori Big Bang dapat terkenal. Oleh karena itu, sejatiya didunia ini tidak hanya terdiri dari sesuatu yang instan, tetapi dipenuhi pula oleh hal-hal yang tidak instan. Mereka membutuhkan proses. Dan baik instan maupun tidak instan keduanya sama-sama memiliki kebermanfaatan tergantung ruang dan waktunya jika dilaksanakan secara bijak. Hal ini karena sesungguh-sungguhnya dunia adalah interaksi antara yang instan dan yang tidak instan.

SERANGAN VIRUS COMTE

Fenomena Comte merupakan salah satu dampak dari kemajuan arus teknologi dan informasi. Tidak ada seorangpun yang mampu menangkal serangan virus comte. Virus ini telah menyebar di berbagai kalangan dan berbagai lapisan. Anak-anak bahkan balitapun turut menjadi korban serangan ini. Tidak terkecuali orang tua dan para lanjut usia, turut menjadi penikmat sajian comte. Salah satu contoh serangan virus comte yang jelas terasa adalah penggunaan Handphone. Di sini akan diuraikan gambaran serangan virus comte yang melanda manusia melalui handphone tersebut. Hampir di setiap kondisi, di setiap ruang dan waktu manusia tidak bisa memisahkan diri dari peralatan canggih yang bernama handphone. Segala kecanggihan zaman modern telah ditawarkan dalam gadget mini dengan fitur lengkap ini. Dari bangun tidur hingga tertidur lagi, manusia senantiasa menggunakan handphone. Saat membuka mata saat bangun tidur misalnya, manusia mencari handphone untuk melihat jam. Bahkan untuk membangunkannya (menggunakan alaram) pun manusia memerlukan handphone. Komunikasi antar individupun kini telah beralih dari surat menyurat menggunakan handphone. Handphone membuat batasan ruang dan waktu menjadi lebih sempit dan dekat. Dalam hitungan detik semua pesan tersampaikan dan komunikasi dapat dilakukan.Bahkan akses dunia dapat dilakukan dalam satu genggaman handphone tersebut. Handphone yang awal mulanya menjadi suatu parameter gaya hidup seseorang, kini sudah tidak lagi mampu diposisikan seperti itu. Kalangan orang kaya, menengah, bahkan yang tergolong miskin sekalipun kini merupakan suatu keharusan untuk memiliki handphone. Bahkan seorang pemulungpun dalam berkomunikasi sudah menggunakan handphone. Hal ini menunjukkan bahwa serangan virus comte mealui kecanggihan handphone tidak dapat ditangkis oleh setiap orang. Jikalau seseorang itu tidak memiliki handphone, itutidak menjamin dalam dirinya tidak ada keinginan untuk memiliki handphone. Walaupun hanya sebataskeinginan saja, itu telah mengindikasikan bahwa seseorang turut menjadi korban atas serangan comte tersebut.

Pembahasan Uji petik Critique of Pure Reason

Uji petik dilakukan untuk mengetahui sejauhmana tingkat pemahaman mahasiswa terhadap filsafat. Uji petik sendiri dilakukan dengan memperlihatkan kepada mahasiswa soal dengan batasan waktu tertentu. Semuanya dianalisis dan dijawab hanya dengan satu kata yang merupakan inti pembahasan tiap soal yang dalam bentuk paragraf. Setelah menjawab soal, dilanjutkan dengan pembahasan jawaban. Disinilah letak menariknya ketika sola tersebut yang merupakan isi dari buku 800 halaman yang berjudul Critique of Pure Reason mulai dibahas. Dalam buku tersebut Immanuel kant mengkritik empirisme, ia berpendapat bahwa empirisme harus dilandasi dengan teori- teori dari rasionalisme sebelum dianggap sah melalui proses epistomologi, itu merupakan penjelasan melalui bukunya yang berjudul critique of pure reason (kritik atas rasio murni). Arti penting Critique of Pure Reason adalah hendak menyelamatkan sains dan agama. Mula-mula sains itu dibuktikan absolute bila dasarnya a priori. Kemudian ia membatasi keabsolutan sains tersebut dengan mengatakan bawa sains itu naïf. Sains hanya mengetahui penampakan obyek. Sehingga sains dapat dipegang, tetapi sebatas penampakan obyek. Menurut Kant, ruang dan waktu merupakan sesuatu yang subjektif. Ruang dan waktu itu seumpama kacamata yang tak bisa dipindah-pindahkan. Time (waktu) menurut Kant bukanlah pengalaman. Karana waktu merujuk pada kata "kapan" yang pastinya dipadankan dengan "di mana" (ruang). Sehingga ruang dan waktu merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisah. Bagaimana mungkin jika pengalaman hanya terjadi pada waktu saja, tanpa adanya tempat terjadinya. Tanpa ruang dan waktu, kita tidak bisa membuat pengalaman kita menjadi masuk akal. Tetapi unsur-unsur subjektif yang membantu kita memahami pengalaman bukan hanya ruang dan waktu belaka. Kant menjelaskan adanya berbagai ‘kategori’ yang kita mengerti melalui pemahaman kita tanpa tergantung pada pengalaman. Kategori-kategori ini mencakup berbagai hal seperti kualitas, kuantitas, dan hubungan. Semua ini juga adalah kacamata yang tidak bisa dipindah-pindahkan. Kita tidak dapat memandang dunia dengan cara lain selain menggunakan kategori kualitas, kuantitas, tersebut. Meskipun begitu, melalui kacamata yang tak bisa digerakkan ini, kita hanya bisa menyaksikan fenomena dunia; kita sama sekali tidak akan mampu mempersepsikan noumena, yakni sesuatu yang merupakan realitas sebenarnya dengan penalaran sejatinya yang mendukung atau membuat munculnya fenomena. Adapun Inti dari isi buku yang berjudul Kritik atas Rasio Murni adalah sebagai berikut: a. Kritik atas akal murni menghasilkan sketisisme yang beralasan. b. Tuhan yang sesungguhnya adalah kemerdekaan dalam pengabdian pada yang di cita-citakan. Akal praktis adalah berkuasa dan lebih tinggi dari pada akal teoritis. c. Agama dalam ikatan akal terdiri dari moralitas. Kristianitas adalah moralitas yang abadi.

Senin, 30 November 2015

MIXED METHOD

MIXED METHOD

(METODE CAMPURAN)

 

PROSEDER-PROSEDUR PENGUMPULAN DATA

Meskipun model visual dan pembahasan mengenai strategi penelitian sudah memberikan deskripsi yang cukup jelas mengenai prosedur-prosedur pengumpulan data yang digunakan, peneliti tetap harus menjelaskandalam proposalnya- jenis-jesi data yang akan dikumpulkan. Penting pula bagi peneliti untuk mengidentifikasi strategi-strategi sampling dan pendekatan-pendekatan dalam memvalidasi data.

·         Identifikasi dan tentukanlah jenis data –baik kulitatif maupun kuantitatif- yang akan dikumpulkan selama penelitian. Amati kembali table 1.3 yang menunjukkan dua jenis data tersebut (kuantitatif dan kualitatif).

Data dibedakan dalam konteks respons terbuka versus respon tertutup. Bebrapa jenis data, seperti wawancara dan observasi, bisa menjadi data kuantitatif atau kualitatif, tergantung pada seberapa terbuka (kualitatif) opsi-opsi respons yang muncul dalam hasil wawancara atau ceklis obserpasi tersebut. Mesipun mengubah informasi menjadi angka-angka merupakan pendektan yang sering diterapkan dalam penelitian kuantitatif, hal ini bukan tidak mungkin juga diterapakan dalam penelitian kulitatif (mengubah angka-angka menjadi deskripsi-deskripsi yang detail).

 

·         Ketahuilah bahwa data kuantitatif sering kali dipilih dengan random sampling agar masing-masing individu memiliki yang sama untuk diseleksi sebagai sampel, dan sampel ini dapat digeneraisasi pada populasi yang lebih luas. Meski demkian, sampling juga ditetapan dalam pengumpulan data penelitian kulitatif untuk memilih individu-individu yang benar-benar telah mengalami/ merasakan fenomena utama. Prosedur-prosedur sampling ini perlu dijelaskan dalam proposal, khususnya di bagian pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Selain itu, teddlie dan yu (2007) telah mengembangkan tipologi lima sampling metode campran. Tipologi ini dibuat dengan cara menghubungkan prosedur-prosedur sampling dengan srategi-strategi metode campuran yang sudah saya bahas sebelumnya:

 

1.      Strategi-strategi dasar; di dalamnya sampling kuantitatif dan sampling kualitatif dikombinasikan (seperti, stratified purposeful sampling dan purposive random sampling).

2.      Sampling sekuensial; didalamnya sampling tahap pertama melengkapi sampling tahap kedua.

3.      Sampling konkuren; di dalamnya probabiltas kuantitatif dan sampling kulitatif dikombinasikan menjadi prosedur-prosedur sampling indevenden atau ditetapkan secara bersamaan ( seperti, instrument survey dengan respons tertutup dan respons terbuka).

4.      Sampling multilevel; di dalamnya sampling ditetapkan pada dua atau lebih unit analisis.

5.      Sampling yang menerapkan bentuk kombinasi apa pun dengan strategistrategi metode campuran sebelumnya.

 

·         Sertakan prosedur-prosedur rinci dalam model visual anda. Misalnya, dalam strategi eksplanatoris sekuensial, prosedur-prosedur umum harus terletak di bagian atas halaman, sedangkan prosedur-prosedur yang lebih spesifik ditulis di bawahnya, sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar 10.2a. lalu, bahaslah kemabali secara rinci model visual anda. Misalnya, pembahasan ini dapat meliputi pendeskripsian lebih jauh tentang pengumpulan data survey yang diikuti oleh analisis data yang deskriptif dan inferensial pada tahap pertama, kemudian obsevasi kualitatif, coding, dan analisis tematik dalam penelitian etnografi pada tahap kedua.

ANALISIS DATA DAN PROSEDUR-PROSEDUR VALIDASI

Selain prosedur-prosedur pengumpulan data, penelitian juga perlu menjelaskan prosedur-prosedur analisis data dalam proposalnya. Analisis data dalam penelitian metode campuran sangat berkaitan dengan jeis strategi yang dipilih.analisis bisa dilakukan berdasarkan pendekatan kuantiataif (analisis angka-angka secara deskriptif dan inferesial) dan kualitatif (deskripsi dan analisis teks atau gambar secara tematik), atau antar dua pendekatan ini. Misalnya, ada beberapa analisis data metode campuran yang menerapkan pendekatan-pendekatan berikut ini (lihat caracelli & greene, 1993; creswell & plano clark, 2007; tashakkori & teddlie, 1998):

·         Transformasi data. Dalam strategi-strategi konkuren, peneliti bisa saja menghitung berapa kali kode-kode dan tema-tema tersebut muncul dalam data teks (atau dengan menhitung garis-garis dan kalimat-kalimat yang membicarakan kode dan tema itu). Penghitungan data kualitatif inilah yang memungkinkan peneliti untuk membandingkan hasil-hasil kuantitatif dengan data kualitatif. Sebaliknya, peneliti juga dapat mengualifikasi (qualify) data kuantitatif. Misalnya, dalam analisis faktor berdasarkan skala dengan menggunakan instrumen tertentu, peneliti dapat membuat faktor-faktor atau tema-tema kuantitatif yang kemudian diperbandingkan dengan tema-tema dan database kualitatif.

·         Mengeksplorasi outlier-outlier. Dalam strategi-strategi sekuensial, analisis data kuantitatif pada tahap pertama dapat menghasilkan kasus-kasus ekstrem dan outlier. Setelah analisis ini, peneliti dapat menindaklanjuti dengan wawancara kualitatif tentang kasus-kasus outlier tersebut untuk memperoleh pengetahuan tentang mengapa kasus-kasus ini berbeda/menyimpang dari sampel kuantitatif.

·         Membuat instrumen. Dengan menerapkan salah satu strategi sekuensial sebelumnya, kumpulkan tema-tema atau statemen-statemen tertentu dan partisipan pada tahap pertama kualitatif. Pada tahap selanjutnya, gunakanlah statemen-statemen ini Sebagai item-item spesifik dan tema-temanya sebagai skala-skala untuk membuat instrumen survei kuantitatif. Pada tahap ketiga, cobalah ménvalidasi instrumen tersebut dengan sampel yang representatif dan populasi.

·         Menguji level-level ganda. Dengan menerapkan strategi embedded konkuren, lakukan survei (misalnya, pada kelompok-kelompok) untuk mengumpulkan hasil-hasil kuantitatif tentang sampel. Pada waktu yang bersamaan, lakukan wawancara kualitatif (seperti, pada inclividu-individu) untuk mengeksplorasi suatu fenomena berdasarkan pandangan individu-individu dalam kelompok-kelompok tersebut.

·         Membuat matriks/tabel. Dengan menerapkan salah satu strategi konkuren yang sudah dijelaskan sebelumnya, kombinasikanlah informasi-informasi yang diperoleh dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif ke dalam sebuah matriks/tabel. Poros horizontal dalam matriks/tabel ini dapat berupa variabel kategorial kuantitatif (seperti, jenis-jenis provider perawat, dokter, dan asisten medis), sedangkan poros vertikalnya dapat berupa data kualitatif (seperti, lima tema tentang relasi caring antara provider dan pasien-pasiennya). Informasi dalam setiap cell (kotak-kotak dalam matriks/tabel) dapat berupa kuota-kuota dan data kualitatif, hitungan jumlah kode dan kualitatif, atau kombinasi-kombinasi lain. Dengan cara seperti ini, matriks/tabel tersebut akan menampilkan analisis data kualitatif dan kuantitatif terkombinasi. Untuk membuat matriks/tabel ini, gunakanlah program-program software kualitatif.

 

* Disadur dari buku John. W. Creswell, Educational Research